taken from here
July 11, 2011
July 09, 2011
Movie World, Gold Coast
| At the front gate |
| Superman Escape (kalo bukan buatan Tuhan udah copot ini jantung naik mainan yg satu ini :)) |
| Batman Wing |
| My fav :)) |
| Parade super hero |
| Batman |
| Rame-rame sama Tweety n Bugs Bunny |
| Scooby Doo (jgn tertipu sama namanya krn mainan ini tetap bikin jantungan) |
July 07, 2011
Tahu Acar
Description:
Makanan wajib ada minimal sekali setiap bulan puasa, dan kali ini coba dibuat disini. Rasanya mirip pempek, tapi sayurannya mirip asinan. Jadi mungkin ini asinan versi Jawa *tapi gak tau deh Jawa mana aja yang kenal makanan ini* he..he..Simple banget caranya.
Ingredients:
Kuah :
Bawang putih
Garam
Gula merah
Kecap
Cuka
Isi :
Kol mentah
Toge rebus
Timun potong kecil
Kacang tanah goreng
Tahu potong kotak dan digoreng
Bawang goreng (untuk pelengkap)
Sambel :
Haluskan cabe merah (rawit juga boleh) + bawang putih
Directions:
Untuk kuah :
Haluskan bawang putih dan garam
Masukan ke dalam air dan tambahkan gula merah lalu masak
Sambil dimasak tambahkan cuka dan kecap
Pisahkan
Penyajiannya :
Campur semua bahan isi dan siram dengan kuah
Bisa diracik sendiri dengan ditambahkan kecap atau cuka sesuai selera
Tambahkan sambel dan bawang goreng
Jadi deh tahu acar.....
July 03, 2011
Super Rugby :)
"Serius lo nonton ?? astagaaa....ngerti gituh ??"
Begitulah komen seorang teman membaca status di twitter bahwa saya sedang menonton pertandingan rugby, yang saya jawab dengan : "prinsipnya sih bawa bola sampe mati" ha..ha..
Yaa..memang cuma berbekal pengetahuan minim tentang olah raga ini, saya dan teman serumah saya pergi ke Suncorp Stadium untuk menonton semifinal super rugby antara Queensland Reds (Queensland) vs The Blues (Auckland, New Zealand) secara langsung. Paling tidak beberapa prinsip olah raga ini sudah dipegang, biarlah peraturan lainnya sambil jalan dipahami hi...hi..
Memesan tiket online, pergi ke stadion secara gratis, adalah beberapa kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk mendukung kemajuan olah raga disini. Yup...setiap ada pertandingan, pemerintah menyediakan sarana transportasi gratis plus shuttle bus ke lokasi pertandingan hanya dengan menunjukan tiket dan di stasiun pun puluhan petugas diturunkan untuk memastikan semua penonton mendapat kemudahan untuk pulang. Hal lain yang saya sukai adalah bahwa peringatan non-smoking area yang dipasang di stadium ini benar-benar ditaati oleh semua penonton, jadi saya leluasa menikmati pertandingan tanpa harus jadi perokok pasif disini. O ya... satu lagi... sepertinya olah raga ini juga menjadi ajang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, paling tidak saya melihat beberapa orang tua yang terlihat membawa anak-anak mereka dan siap memerahkan stadion...hmmm that's good

Tapi dugaan bahwa saya akan merasakan euphoria yang sama dengan pertandingan sepak bola yang selalu riuh dengan suara terompet dan nyanyian penonton, ternyata salah karena pertandingan ini terlalu "sepi" menurut saya, biarpun sesekali ada juga yel-yel "we are reds". Padahal saya sudah siap-siap teriak-teriak In Do Ne Sia... *loh ko' Indonesia*
. Lucunya, ketika salah seorang penonton meniup terompetnya, beberapa penonton lain melihat aneh dan menganggap bahwa itu hal yang tidak lazim...nah lo... menurut saya ini agak-agak kontras dengan image bahwa pertandingan rugby adalah pertandingan yang meriah, seru, keras, penuh kebisingan *halah*. Bagaimana tidak, kalau para pemain itu harus membawa bola sampai ke garis akhir dengan dibanting, dijegal, ditarik, disikut, ditubruk pemain lawan dan masih harus menjaga supaya tetap ganteng *yang terakhir ini tambahan sendiri* hi..hi..hi..

Hasil akhir pertandingan ini 30-13 untuk The Reds...whoooah selalu menyenangkan mencoba sesuatu yang baru
Begitulah komen seorang teman membaca status di twitter bahwa saya sedang menonton pertandingan rugby, yang saya jawab dengan : "prinsipnya sih bawa bola sampe mati" ha..ha..
Yaa..memang cuma berbekal pengetahuan minim tentang olah raga ini, saya dan teman serumah saya pergi ke Suncorp Stadium untuk menonton semifinal super rugby antara Queensland Reds (Queensland) vs The Blues (Auckland, New Zealand) secara langsung. Paling tidak beberapa prinsip olah raga ini sudah dipegang, biarlah peraturan lainnya sambil jalan dipahami hi...hi..
Memesan tiket online, pergi ke stadion secara gratis, adalah beberapa kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk mendukung kemajuan olah raga disini. Yup...setiap ada pertandingan, pemerintah menyediakan sarana transportasi gratis plus shuttle bus ke lokasi pertandingan hanya dengan menunjukan tiket dan di stasiun pun puluhan petugas diturunkan untuk memastikan semua penonton mendapat kemudahan untuk pulang. Hal lain yang saya sukai adalah bahwa peringatan non-smoking area yang dipasang di stadium ini benar-benar ditaati oleh semua penonton, jadi saya leluasa menikmati pertandingan tanpa harus jadi perokok pasif disini. O ya... satu lagi... sepertinya olah raga ini juga menjadi ajang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, paling tidak saya melihat beberapa orang tua yang terlihat membawa anak-anak mereka dan siap memerahkan stadion...hmmm that's good
Tapi dugaan bahwa saya akan merasakan euphoria yang sama dengan pertandingan sepak bola yang selalu riuh dengan suara terompet dan nyanyian penonton, ternyata salah karena pertandingan ini terlalu "sepi" menurut saya, biarpun sesekali ada juga yel-yel "we are reds". Padahal saya sudah siap-siap teriak-teriak In Do Ne Sia... *loh ko' Indonesia*
Hasil akhir pertandingan ini 30-13 untuk The Reds...whoooah selalu menyenangkan mencoba sesuatu yang baru
June 30, 2011
Canberra
| in front of Parliament House |
| inside |
| Me n the Queen ^_^ |
| Inside the Parliament House |
| rame-rame di Australian National University (ANU) |
Sydney
| The Opera House |
| Sydney Harbour Bridge |
| Me ^_^ |
| Three Sisters |
| keretanya bertingkat :)) |
Melbourne yang dingin....
| tram (moda transportasi andalan di Melbourne) |
| Federation Square |
| rame-rame di Mt. Buller |
| Toboggan at Mt. Buller |
| Flinders Station |
| Victoria Market (pusat souvenir murah) |
| Front gate Uni of Melbourne |
Subscribe to:
Posts (Atom)
